Saturday, January 31, 2009

KELANGKAAN VIRGINITAS

KELANGKAAN VIRGINITAS DI KALANGAN PELAJAR

Pada budaya barat, pergaulan bebas atau free seks menjadi trend pada kalangan remaja, bahkan kini budaya tersebut berdampak ke Indonesia. Banyak faktor menyebabkan hal ini misalnya saja melalui beberapa meadia informasi, seperti TV dan Internet. Namun demikian, kita jangan menyalahkan faktor2 tersubut. Selain itu juga TV dan Internet bisa membawa dampak positif bukan hanya negatif saja.

Walaupun budaya free seks sudah mulai merambah dikalangan remaja. Namun secara umum masyarakat kita masih memegang erat budaya timur, teatapi terkadang banyak juga yang menyimpang. Seperti halnya peribahasa “karena nila setitik, rusak susu sebelanga.” Hanya karena satu malam, rusak masa depan yang menanti panjang di umur yang lebih tua. Tidakkah merekaberfikir bahwa yang dilakukan itu sama saja melanggar aturan agama.

Seks yang dilakukan diluar nikah ( pernikahan ) dianggap sebagai penyimpangan seksual. Namanya juga penyimpangan berarti bukan suatu hyal yang normal dan bisa di tolelir. Sebab bagaimanapun pemahaman remaja yang kehilangan virginitasnya tidak bearhenti pada polemik penting tidaknya keperawanan, melainkan belanjut pada persepsi negatif dirinya dan pandangan negatif orang lain terhadap diri remaja itu sendiri.

Harga mati !! itulah yangdikatakan seorang laki2 ketika ditanya bagaimana ia memandang virginitas seorang perempuan. Menurutnya, itumenjadi hal yang utama ketika ingin menikahi perempuan. Apakah ia masih perawan / tidak. Jika tidak, selamat tinggal !! sangat jauh dengan pendangan para kaum lelaki. Virginitas bisa menjadi sebuah barang mainan, bisa menjadi barang taruhan dan bisa menjadi sebuah hal yang tak lagi sakral nilainya. Penilaian masyarakat terhadap perilaku seks bebas, menjadi salah satu alasan, mengapa virginitas kehilangan nilai sakralnya. “wanita itu bak gelas” Apabila gelas itu pecah, maka tak bisa di perbaiki lagi. Oleh karena itu gelas tersebut harus dijaga sampai waktunya tiba.

Tentu saja dibeberapa kota besar di indonesia, beberapa laki2 tidak lagi memandang itu sebagai ukuran untuk menikahi perempuan, ya....pastinya karena sang lelaki tidak perjaka lagi. Banyak kasus yang terjadi, misalnya saja kasus aborsi yang terjadi di Indonesia mencapai angaka 2 juta ?? yang 750 ribu diantaranya belum menikah . ini menjadi gambaran bahwa perilaku seks bebas sangatlah tinggi, yang pastinay, ini pun menjadi gambaran bahwa angka perempuan yang tidak virgin lagi bisa mencapai lebih dari 750 ribu.

Dengan begitu dalam menghadapi remaja yang sulit untuk menghentikan kebiasaan seks pranikah perlu diadakan komunikasih berbicara dengan intonasi yang datar namun bersahabat dan tidak perlu juga menjauhkan diri dari remaja yang bermasalah. Bila mereka di jauhi, maka tidak ada prenyelesaian dan si remaja pun akan semakin terjerumus. Perlu diadakan komunikasi untuk mencegah agar remaja tidak melakukan seks bebas, yaitu :

1. tidak perlu kita terpesona dengan rayuan2 seanis madu yang sebenarnya adalah empedu.

2. tidak perlu kita merasa berhutang budi kepada siapapun dengan balasan bersebadan.

3. kalau kamu percaya pada agama yang kamu anuat, kehormatan keluargalah yang harus dijunjung.

4. jangan percaya pada teman2 yang mengajak untuk melakukan hubungan dengan mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka sudah melakukannya.

5. jangan terpengaruh apabila temanmu mengejek kamu sebagai gadis kuno karna masih virgin, justru temanmu itulah yang tidak nyaman karena sudah melepas keperawanannya.

No comments: